Sabtu, 18 Januari 2014

Fenomena Alam Laut Terbelah di Korea Selatan

 

Fenomena Alam Laut Terbelah di Korea Selatan

Pulau Jindo di Korea Selatan adalah tempat terjadinya salah satu fenomena alam yang paling luar biasa. Mereka menyebutnya dengan Moses Miracle atau Keajaiban Nabi Musa. Seperti diketahui keajaiban Nabi Musa yang terkenal adalah ketika ia, atas izin ALLAH Swt., membelah laut. Begitu pula yang terjadi pada fenomena ini. Dimana dua tahuan sekali, selama pasang surut, daratan sepanjang 2,8 kilometer dan lebar 40 meter muncul ditengah lautan.Kemunculan daratan itu kemudian menghubungkan dua pulau kecil yang biasanya terpisah, pulau Jindo dan pulau Modo selama satu jam. Setelah itu, kedua pulau itu kembali terpisah. 
Fenomena alam ini selalu disambut dengan sebuah festival yang berusia ratusan tahun, dimana untuk saat ini festival tersebut tidak hanya diadakan oleh penduduk setempat saja tapi juga orang-orang dari seluruh dunia ikut bergabung dalam festival tersebut. Walaupun kejadian ini sudah berlangsung ratiusan tahun, Moses Miracle baru diketahui dunia pada tahun 1975 ketika seorang duta dari Prancis mengunjungi Korea Selatan dan menulis hal ini pada koran Prancis. 

Legenda Jindo Island 
Menurut legenda, suatu saat penduduk sebuah desa di lembah Jindo diserang oleh macan dengan bulu dari api. Semua penduduk lari menyelamatkan diri menuju pulau diseberang dengan menggunakan perahu. Tapi, seorang nenek telah mereka lupakan. Akhirnya dalam keputus asaan, nenek tersebut berdoa kepada dewa laut yang kemudian membelah laut tersebut. Ketika nenek itu sampai dipulau seberang, laut itu kembali bersatu dan dewa laut menghukum penduduk yang melupakan nenek terebut. Nama nenek tersebut adalah Modo. 
Festival Yeong Deungsal 
Pulau Modo dimana selat sepanjang 2,3 km yang membelah kedua pulau akan mengering selama satu jam. Festival ini dinamakanYeongdeungsal atau Festival Jalur Laut Jindo. Festival ini diramaikan oleh puluhan ribu turis yang akan menyusuri jalur tersebut dan mengumpulkan berbagai jenis makanan laut yang terdampar di jalur itu. Festival ini diramaikan pula dengan tari-tarian dan nyanyian tradisional khas Jindo. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar